Pondok Pesantren Al-Muhajirin Sambas didirikan oleh KH Afif Hilal pada
tahun 1995. Lokasi Pesantren Al Muhajirin di Jln Natuna No 08 Sapak Hulu,
Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Pesantren Al-Muhajirin memiliki visi Berdisiplin, Prestasi dalam Iptek,
Unggul dalam Imtaq. Adapun misinya adalah Mengamalkan prinsip Islam
sebagai Rahmatan lil’alamin, dan membangun generasi Islam yang
bertaqwa, berpengetahuan dan berkepedulian.
Keberadaan Pondok Pesantren Al-Muhajirin mempunyai peran yang penting dalam
pendidikan nilai-nilai keislaman di daerah terpencil wilayah Kabupaten Sambas,
Kalimantan Barat. Terletak di daerah pedalaman (dekat dengan wilayah perbatasan
Indonesia-Malaysia), masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin
merupakan masyarakat multikultur (lokal dan transmigrasi) yang terdiri dari
berbagai suku, agama, dan asal daerah, di antaranya Dayak, Melayu, Jawa, Nusa
Tenggara, Sunda, Batak.
Hampir semua anak usia sekolah di wilayah tersebut khususnya pada tingkat
sekolah lanjutan baik menengah maupun atas tidak dapat melanjutkan
pendidikannya. Hal tersebut dikarenakan kondisi ekonomi dan tempat pendidikan
yang sangat jauh. Lalu dibentuklah lembaga Yayasan Pondok Pesantren
Al-Muhajirin yang berkarakter amaliyah Annahdliyah, yang menaungi lembaga
pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.
Pondok Pesantren Al-Muhajirin Sambas memiliki peranan yang strategis dalam
membangun generasi yang berakhlak dan berpengetahuan. Lebih dari itu, peran
Pesantren Al-Muhajirin telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di
masyarakat yang multi etnis, budaya dan agama, sekaligus dalam sektor-sektor
yang lain seperti sosial dan ekonomi dengan mengamalkan prinsip Islam rahmatan
lil’alamin.
Dengan menjadi instrumen pengembangan pendidikan yang berbasis pada ajaran
agama Islam di wilayah terpencil, Pondok Pesantren Al-Muhajirin tetap istiqamah
dalam mendidik santri-santrinya. Dalam bidang pendidikan Yayasan Pondok
Pesantren Al-Muhajirin menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal.
Pendidikan nonformal melalui pendidikan sistem pesantren bagi santri yang
berada di Asrama Putra dan Putri dan Madrasah Diniyah Awaliyah bagi anak-anak
sekitar yang tidak mukim di Asrama Pesantren. Metode pengajaran yang digunakan
dengan cara klasikal dan sorogan; Al-Qur’an dan kitab kuning seperti
kitab Safinah, Sulam Taufiq, Fathul Qorib, Ta’lim Muta’allim,
Al-Amtsilah, Jurumiyyah.
Selain bergerak di bidang pendidikan dan keagamaan, Yayasan Pondok Pesantren
Al-Muhajirin juga berperan dalam bidang sosial kemasyarakatan melalui panti
sosial. Panti sosial dibangun untuk membantu masyarakat yang kurang mampu serta
anak yang terlantar agar mendapat perhatian khususnya haknya dalam belajar.
Melalui ketiga peran tersebut, di tengah masyarakat yang beragam, Pondok
Pesantren Al-Muhajirin telah memainkan peranan yang strategis; mampu melakukan
penyebaran dan pendidikan agama yang toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai
kebudayaan untuk mewujudkan prinsip Islam rahmatan lil’alamin.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin, KH ‘Afif Hilal mengatakan peran dan
kontribusi pesantren kepada masyarakat selama ini merupakan wujud dari harapan
dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Pondok Pesantren Al-Muhajirin.
Selain itu ruh dari semangat perjuangannya untuk terus mengembangkan Yayasan
Pondok Pesantren Al-Muhajirin menjadi lembaga yang terus berperan aktif dalam
membangun akhlak generasi bangsa.
Untuk itu pesantren dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Fasilitas berupa
gedung Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, asrama santri putra dan putri, panti
sosial, mushala putri, kantor, perpustakaan, koperasi, aula.
Sementara untuk kegiatan pegembangan kualitas santri juga didukung dengan
ekstrakurikuler seperti kajian kitab-kitab kuning, pembinaan tahfidz dan
tilawatil Al-Qur’an, latihan berpidato, Pramuka, pengembangan olahraga,
pengembangan shalawat dan kasidah, seni beladiri karate. (Muhammad
Syukri/Kendi Setiawan)



0 Komentar