Like on Facebook

header ads

Kh Marzuqi Mustamar: Supaya Khutbah Sah, Sebaiknya Imamnya Nu


KH Marzuqi Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah ikut-ikutan dalam praktek beragama. Semua harus dilandasi oleh ilmu. Sebagai generasi NU, yang mengenyam pendidikan pesantren, harus tetap menjaga identitas ke-NU-annya, yakni menjalankan syariat berlandaskan ilmu dari pesantren. Pesan ini disampaikan Kyai Marzuqi pada acara Liwetan Akbar Lintas Generasi NU malam kemarin (29/Januari/2019) di Pesantren Sabilurrasyad, Gasek, Malang.

Kadang dijumpai di masyarakat, jika orang khutbah tidak pondokan NU, melalaikan rukun khutbah. Misalnya wasiat taqwa tidak disampaikan khatib pada khutbah kedua. Pada khutbah pertama hilang shalawatnya. Kalau khutbahnya tidak sah, maka shalat jum’atnya juga tidak sah. Inilah yang dikhawatirkan, jika para khatib tidak memahami ilmunya.

Maraknya khutbah di beberapa kota tertentu khutbah tampak seperti orasi politik juga mendapat sorotan beliau. Banyak pesan kebaikan, pesan ketaqwaan jadi hilang. Inilah kemudian memunculkan persepsi masyarakat kalau yang khutbah bukan NU, khutbahnya tidak sah.

“Supaya khutbah-khutbah, jum’ah sah, maka sebaiknya imam-imam NU semua.  Supaya akad nikah sah, dijamin sah, KUA-KUA kalau bisa NU semua”, demikian penagasan Kyai Marzuqi Mustamar, yang juga pengasuh pesantren Sabilurrasyad, Gasek, Malang. Namun demikian, beliau juga menghimbau kepada mereka yang semula khutbahnya kurang memenuhi rukun khutbah tidak usah ngamuk, gak usah emosi, toh masih seagama, masih sebangsa. Kalau bertengkar, nanti yang rugi juga bangsa Indonesia. Beliau mengingatkan siapa saja yang merasa khutbahnya tidak memenuhi keabsahan menurut NU, maka sebaiknya diupayakan memenuhi syarat rukunnya saja agar sah.

Posting Komentar

0 Komentar